Tengok Kisah Sukses Dropshipper yang Kini Punya Usaha Sendiri

Liputan6. com, Jakarta – Memulai usaha bukan perkara gampang, melainkan dibutuhkan tekad yang kuat, niat, usaha keras, dan real untuk terus belajar. Selain itu semua, beberapa orang memilih tertinggal lantaran tidak memiliki cukup simpanan.

Namun hal tersebut tidak berlaku bagi Hani Permata (23) perempuan asal Bekasi tersebut. Hani sadar betul untuk menyentuh kesuksesan di usia 20 tarikh itu tidaklah mudah. Maka di dalam November 2019 ia mencoba mengacu usaha tanpa modal menjadi dropshipper, dengan menjual perabotan unik & kekinian, seperti Blender, Juicer, health care dan sebagainya.

“Karena waktu itu masih tipis modalnya tapi saya ingin dapat cuan, jadi pertamanya saya sistem dropship. Jadi tak pakai modal sama sekali. Sekarang saya bukan dropshiper lagi akan tetapi sekarang saya punya reseller, sebab saya ambil barang langsung sejak pabrik lalu saya stok serta cari reseller, ” kata Hani kepada Liputan6. com , Minggu (18/10/2020).

Ia memasarkan produknya melalui jalan sosial dan di e-commerce, dengan nama toko online nya @Belanja. in. co, sehingga pelanggan mampu dengan mudah menemukan produk yang dibutuhkan secara online.

Lalu apa yang membedakan toko Hani dengan toko lainnya dengan menjual produk serupa?

Kata Hani, @Belanja. in. co  merupakan toko online yang menjajakan perabotan unik dan kekinian, Health Care dengan harga yang super murah untuk semua kalangan. Selain itu, toko Hani menerapkan bentuk #BuyForDonate dimana setiap belanja = 2, 5 persen Bersedekah atau didonasikan.

“MashaAllah, dalam 10 hari we hit the #StarSeller on E-Commerce! Kami serupa membuka sistem dropshipper & We’re opened Free Promote on TikTok for supporting #SmallBussiness too! & kita sering kasih voucher & cashback, ” ujarnya.

Kendati berusaha tanpa modal, nyatanya Hani mampu menghasilkan Rp 8-10 juta per bulan. Ia mengutarakan memang penjualan barang sebelum pandemi stabil, karena orang gemar berbelanja untuk memenuhi keinginannya.

“Ketika pandemi drop banget karena beberapa orang mengurangi pembelian. Tapi lama kelamaan naik lagi, sehingga omzet pun bervariatif setiap bulannya. Karena orang yang selama pandemi ini tidak mungkin beli bahan yang mereka ingin saja, tapi yang mereka butuh, ” ungkapnya.

Lanjutnya, alasan Hani membuka toko online  Belanja. in. co, karena produk-produk yang dijualnya merupakan barang yang dibutuhkan oleh pelanggan selama masa pandemi covid-19. Menurut Hani, tokonya merupakan jawaban dari kerisauan pelanggan yang pelik mencari keaslian suatu barang.

Dirinya meyakini barang-barang dengan ia jual dijamin keaslian & kualitasnya tidak diragukan. Jadi, ia memfasilitasi pelanggan yang sedang mengaduk-aduk barang-barang yang sedang tren biar mereka bisa mudah mendapatkan barang yang dibutuhkan dengan aman secara online saja.

Untuk barangnya sendiri sangat bervariasi, tiba barang-barang elektronik, kebutuhan untuk fotografi, face mist saffron, alat kejelitaan, ring light, dan lainnya. Namun, untuk sekarang dirinya lebih banyak menjual ring light dan barang-barang elektronik, lantaran selama kebijakan dirumah saja banyak orang yang melakukan hobi baru.

Bila Anda tertarik dan penasaran barang apa saja yang dijual Hani, Anda bisa mengakses rinciannya pada media sosial @Belanja. in. co  dan akun shopee, untuk rincian produk dan harga barang. Pokok setiap barang bervariasi harganya.

Contohnya @Belanja. in. co  menjual electric face seharga Rp 50 ribu, pembersih softlens Rp 65 ribu, food set Rp 12 ribu, straw set stainless Rp 21 ribu, mini tripod Rp 25 ribu, ringlight Rp 375 ribu dan masih penuh lagi.

2 dari 3 halaman

Kebutuhan Masyarakat

Zaman ini Hani sedang berusaha menutup kebutuhan apa yang sedang dibutuhkan masyarakat di masa pandemi ini, agar usahanya terus bertahan serta berkembang. Maka dari itu ia giat mengelola strategi marketing lantaran sisi promosi.

“Trik marketingnya, yang sudah kami jalani seperti promosi bisa lewat influencer atau selebgram, atau melalui aplikasi-aplikasi yang ada seperti dari TikTok dan Instagram ads, hingga Facebook Ads. Yang membuat kita menetap itu karena kita memiliki karakter dan pelayanan yang baik, ” katanya.

Ia biar berharap ke depannya usaha yang ia rintis tersebut bisa mempunyai toko offline yang mumpuni, jadi pelanggan bisa datang langsung ke toko Hani. Namun untuk era ini, dirinya lebih memprioritaskan memperluas jaringan reseller di berbagai kawasan di Tanah Air.

Makin, ia memiliki reseller dari di Timika Papua, karena permintaan lantaran Timika cukup baik sehingga dirinya memasok barang kepada reseller yang ada di Timika.

Demikian Hani berpesan kepada Tingkatan Cuan lainnya agar tidak malu mencoba membangun bisnis dari nihil. Menurutnya, selama usaha yang diperjuangkan itu tidak menyalahi kaidah yang berlaku maka lanjutkan saja.

“Lakuin saja dan jangan malu, karena cari cuan itu bisa dari mana saja, bahkan dari sesuatu yang biasa kita pakai. Kenapa tidak kita sekadar yang nyoba jual, kadang prakarsa cuan itu muncul dari keterbatasan kita, ” pungkasnya.  

3 sebab 3 halaman

Saksikan Gambar Pilihan di Bawah Ini: