Tempat Tidur ICU Covid-19 Jakarta Hanya Tertinggal 140 Unit

Liputan6. com, Jakarta – Tingkat okupansi tempat tidur unit perawatan intensif (ICU) pada 67 RS rujukan di Jakarta untuk penanganan Covid-19 mencapai 71 persen dari kapasitasnya sejumlah 483 buah.

“Berdasarkan masukan terakhir pada 23 Agustus, daripada jumlah tempat tidur ICU sebanyak 483 di 67 RS punca, persentase digunakan sebesar 71 upah, ” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan tubuh DKI Jakarta Dwi Oktavia dikutip dari Antara, Jakarta, Selasa (25/8/2020).

Dengan demikian, tempat tidur ICU buat Covid-19 kini tersedia sekitar 140 unit di 67 rumah melempem rujukan untuk penanganan paparan lantaran Covid-19.

Sementara itu, untuk tingkat okupansi atau penggunaan tempat tidur isolasi Covid-19 di 67 RS rujukan adalah sekitar 64 persen dari kapasitasnya sebanyak 4. 456 tempat tidur.

“Berdasarkan data terakhir pada 23 Agustus, dari jumlah tempat rebah isolasi sebanyak 4. 456 di 67 RS rujukan, persentase keterpakaiannya sebesar 64 persen, ” ujar Dwi.

Dwi membaca, jumlah kasus aktif yang terpapar penyakit pneumonia akibat Covid-19 itu di Jakarta saat ini, sebanyak 7. 816 orang (sebelumnya 7. 720 orang) yang masih dirawat/isolasi.

Sedangkan, dari jumlah kasus konfirmasi secara total dalam Jakarta pada Selasa ini sebanyak 34. 931 kasus (sebelumnya 34. 295 kasus), ada 25. 986 orang dinyatakan telah sembuh (hari sebelumnya 25. 463 orang), sedangkan 1. 129 orang (sebelumnya satu. 112) meninggal dunia.

Dalam persentase, tingkat kesembuhan di Jakarta adalah 74, 4 komisi (sebelumnya 74, 2 persen) serta tingkat kematian 3, 2 komisi (sebelumnya 4, 3 persen).

Untuk “positivity rate” atau persentase kasus positif sepekan final di Jakarta setelah penambahan Selasa ini, sebesar 10 persen (sama seperti sebelumnya), sedangkan persentase kejadian positif secara total sebesar enam, 2 persen (sebelumnya 6, satu persen).

2 dari 2 halaman

Pemeriksaan Mandiri

Pada perpanjangan kembali PSBB Pertukaran Fase 1 ini, tutur Dwi, Pemprov DKI Jakarta menyarankan, bagi masyarakat yang ingin memasuki wilayah Jakarta untuk melakukan pemeriksaan mandiri COVID-19 melalui JakCLM di permintaan JAKI.

Melalui JakCLM, masyarakat dapat mengetahui risiko COVID-19 serta mendapatkan berbagai rekomendasi kesehatan sesuai dengan risiko yang dimiliki.

Kontribusi masyarakat pada pengisian JakCLM dapat membantu Pemprov DKI Jakarta untuk melakukan pencegahan penyebaran kasus COVID-19 di Jakarta.