Rehabilitasi 780 Sekolah dan 192 Langgar Target Selesai di 2020

Liputan6. com, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat (PUPR) telah mengakhiri rehabilitasi 2. 247 sekolah serta 334 madrasah hingga September 2020. Selanjutnya, sebanyak 780 unit sekolah (SD, SMP dan SMU) & 192 unit madrasah (Ibtidaiyah, Tsanawiyah dan Aliyah) target diselesaikan di 2020 ini.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, rehabilitasi fasilitas pendidikan merupakan instruksi Kepala Joko Widodo (Jokowi) untuk mempercepat pembangunan dan rehabilitasi 10. 453 sekolah, 1. 000 madrasah, serta lanjutan Konstruksi Dalam Pengerjaan (KDP) 41 PTN serta KDP 8 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Daerah (PTKIN) di seluruh Indonesia.

“Kita lanjutkan pembangunan sarana pendidikan guna mendukung peningkatan kualitas sumber daya pribadi. Manfaatkan fasilitas yang sudah dibangun. Generasi mendatang harus lebih pintar karena fasilitasnya lebih baik, ” kata Menteri Basuki dalam fakta tertulis, Senin (21/9/2020).

Pekerjaan rehabilitasi sekolah dan langgar dilakukan Kementerian PUPR melalui Direktorat Prasarana Strategis, Direktorat Jenderal Membuat Karya dengan mengacu pada Sistem Presiden (Perpres) Nomor 43 Tahun 2019 tentang Pembangunan, Rehabilitasi, atau Renovasi Pasar Rakyat, Prasarana Madrasah Tinggi, dan Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.

Pada 2020, anggaran rekonstruksi sarana pendidikan, pasar dan sarana olahraga pada Kementerian PUPR sebesar Rp 4, 38 triliun. Sebanyak Rp 1, 35 triliun diantaranya digunakan untuk rehabilitasi sekolah, dan Rp 339 miliar untuk madrasah.

Hingga September 2020, penyelesaian rehabilitasi sekolah dan madrasah telah mencapai 51, 52 persen atau 215 unit. Ditargetkan hingga akhir 2020 selesai sebanyak 972 unit madrasah dan madrasah.

2 dari 3 halaman

Target Rehabilitasi

Mengenai target rehabilitasi sekolah dan madrasah pada tahun anggatan 2020 turun lantaran uang negara diprioritaskan di dalam penanganan Covid-19, khusus anggaran fungsi pendidikan yang diamanatkan kepada Departemen PUPR dilakukan refocusing sekitar Rp 1, 59 triliun.

Pembangunan dan rehabilitasi sekolah dan madrasah salah satunya dilaksanakan di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, secara total biaya sebesar Rp 14, 47 miliar.

Anggaran tersebut digunakan untuk merehabilitasi 8 sekolah sejak tanggal kontrak 8 Mei 2020, yakni SD Kampung (SDN) 1 Tajemsari di Kecamatan Tegowanu, SDN 1 Pranten & SDN 2 Jaketro di Kecamatan Grubug, SDN 3 Nglinduk dalam Kecamatan Gabus, dan empat sekolah di Kecamatan Toroh yakni SDN 2 Bandungharjo, SDN 1 Tambirejo, SDN 3 Boloh, dan SDN 1 Genengsari.

Pekerjaan pembangunan dan rehabilitasi rata-rata mengungkung renovasi ruang kelas, gedung biro guru, perpustakaan, ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS), toilet, sarana sanitasi (septic tank dan tower air), mushola, kantin, lapangan olahraga, paving block, pagar sekolah, dan kawasan kegiatan siswa (gedung pramuka).

Sampai minggu ke-18 ataupun 13 September 2020, seluruh progres konstruksinya mencapai 68, 1 tip, lebih cepat dari rencana sebesar 61, 6 persen. Pembangunan serta rehabilitasi 8 sekolah di Kabupaten Grobogan ditargetkan selesai seluruhnya November 2020.

Terdapat kira-kira kriteria untuk sekolah dan madrasah yang direhabilitasi Kementerian PUPR. Lupa satunya berada di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal), tercatat dalam kategori yang sesuai dengan Keputusan Menteri Desa Nomor 126 Tahun 2017 tentang Penetapan Tempat Prioritas Sasaran Pembangunan Desa, PDT, dan Transmigrasi serta dari buatan verifikasi masuk kategori rusak mengandung.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Itu: