Petugas Bekuk Lima Pelaku Pemerasan Bermodus Polisi Gadungan

Liputan6. com, Jakarta semrawut Satuan Reserse & Kriminal Polres Jakarta Selatan meringkus lima orang pelaku pemerasan dengan modus mengaku sebagai polisi dan memakai atribut kepolisian.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, AKBP Jimmy Christian Samma mengatakan, kasus itu terungkap saat korban yang berinisial NB membuat masukan ke polisi bahwa dirinya mengalami pemerasan di apartemennya, kawasan Keelokan, Jakarta Selatan. Modusnya, dia digerebek oleh sejumlah orang yang mengaku sebagai polisi.

“Jadi, lima pelaku itu mendatangi korban di apartemennya, seolah-olah mereka ini sedang menggerebek karakter kejahatan, khususnya narkoba. Pelaku berarakan mengancam korban untuk memberikan harta bendanya, ” ujarnya pada wartawan, Rabu (18/11/2020).

Menurutnya, pelaku mengancam bakal membawa korban ke kantor polisi bila tak mau memberikan harta bendanya jadi penebusan. Saat beraksi, pelaku memakai atribut kepolisian yang dibelinya di kawasan Senen, termasuk Kartu Kode Anggota atau KTA palsu serta borgol mainan.

“Otaknya ini si pelaku inisial AD, sedangkan empat pelaku lainnya, MI, RS, K, dan ZA itu mengikuti sesuai perannya masing-masing, ” tuturnya.

Dia menerangkan, pelaku AD ini awalnya mengaduk-aduk calon korbannya secara acak meniti media sosial, setelah berkomunikasi secara calon korbannya, dia lantas men korban untuk melakukan pertemuan dalam suatu tempat. Saat bertemu, karakter melakukan profiling terhadap korban untuk mengetahui apakah korban bisa diperas ataukah tidak.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Lengah Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Terbuka Kesehatan, Jangan Sampai Tertular serta Jaga Keluarga Kita.

dua dari 3 halaman

Terancam 12 Tahun Penjara

Setelah dilakukan penyelidikan, tambahnya, kelima pelaku itu lantas ditangkap di lokasi berbeda di daerah Cimanggis, Depok dan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Polisi juga mengambil bukti berupa berbagai atribut kepolisian palsu, uang hasil rampasan, handphone hasil rampasan, dan ATM target.

Pelaku akan dijerat pasal berlapis dan terancam azab 12 tahun penjara.

“Usai itu, AD bersama karakter lainnya mendatangi kediaman korban serta menjalankan aksinya. Kini, pelaku dijerat pasal 365 KUHP dan 368 KUHP dengan ancaman hukumannya 12 tahun penjara, ” katanya.

3 lantaran 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: