Perkiraan Dampak Covid-19, Kementan dapat DAK 2021 Sebesar Rp 1, 64 Triliun

Liputan6. com, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) memperoleh Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2021 senilai Rp 1, 64 triliun. Untuk KEINGINAN Fisik penugasan total anggaran menyentuh Rp 1, 4 triliun. Tengah DAK Non Fisik dianggarkan Rp204 miliar.

“Alhamdulillah Kementan memperoleh DAK total senilai Rp1, 64 triliun. Terbagi DAK Wujud sebesar Rp1, 4 triliun dan DAK Non Fisik Rp 201 miliar, ” kata Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo di rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI di Komplek Dewan perwakilan rakyat, Senin (14/9).

Mentan mengatakan, DAK Wujud tahun 2021 digunakan untuk pendirian dan renovasi sarana dan prasarana fisik dasar pembangunan pertanian jawab mendukung pencapaian ketahanan pangan serta peningkatkan komoditas pertanian.

Khususnya dalam mengantisipasi dampak pandemi Covid-19 dan menindaklanjuti prediksi FAO atas potensi terjadinya krisis bertabur global akibat musim kemarau panjang.

Sasaran program mengungkung, pembiayaan 56 unit UPTD/Balai Perbenihan Tanaman Pangan dan Perkebunan serta sarana pendukungnya. Pembiayaan bagi 1. 973 unit Balai Penyuluhan Pertanian BPP di Kecamatan dan perkakas pendukungnya.

Lalu, pembiayaan 3. 355 unit sumber tirta. Pembiayaan 500 unit lumbung bertabur masyarakat dan penyediaan sarana pendukungnya. Hingga pembiayaan pembangunan 1. 000 km jalan usaha tani/jalan buatan.

Sementara, anggaran DAK Non Fisik yang mencapai Rp 204 miliar dialokasikan untuk pembiayaan tiga program di tingkat kabupaten/kota. Yakni, kemandirian pangan tingkat keluarga, tersedianya informasi pertanian di kawasan, dan akses pangan masyarakat dalam 2. 300 kelompok.

Adapun, tujuannya untuk peningkatan akses pangan masyarakat, peningkatan kemandirian bertabur rumah tangga, penyampaian informasi pertanian melalui pendataan, hingga pelatihan dan pendampingan.

2 dari 3 halaman

Total Dana Alokasi Khusus

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, Biaya Alokasi Khusus (DAK) non-fisik pada 2021 mencapai Rp 131, 2 triliun, atau naik 1, 9 persen. Anggaran tersebut digunakan buat mendukung upaya pemulihan nasional pada sektor yang mendukung penyerapan gaya kerja dan investasi.

Dia menjelaskan, dari jumlah tersebut, sebesar Rp203, 8 miliar hendak dialokasikan untuk dana fasilitas penanaman modal.

“Dana kemudahan penanaman modal karena investasi menjadi kunci utama pemulihan ekonomi nasional dan pembangunan kita ke ajaran, ” kata Sri Mulyani masa rapat kerja bersama dengan DPD RI membahas RUU Pelaksanaan APBN 2019 dan RAPBN 2021, di Jakarta, Rabu (9/9).

Selain itu, pemerintah juga merancang Rp204, 1 miliar untuk simpanan ketahanan pangan dan pertanian di dalam DAK Non-fisik tahun depan. Sokongan ini bisa digunakan untuk mengangkat kegiatan penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan bagi kelompok masyarakat yang melayani program pekarangan pangan lestari.

“Pertanian dan ketahanan bertabur adalah salah satu faktor pati dan tantangan ke depan diperkirakan akan semakin meningkat, ” ungkapnya.

Pemerintah juga menambahkan dana pelayanan perlindungan perempuan serta anak sebesar Rp101, 7 miliar dalam anggaran DAK Non-fisik 2021. Alokasi anggaran ini diharapkan sanggup mendukung upaya perlindungan sosial untuk masyarakat.

“Penambahan KEINGINAN non-fisik jenis baru, yaitu di bentuk dana pelayanan perlindungan rani dan anak. Ini karena dibanding Kementerian Perempuan merasa, bahwa banyak hal yang programnya sangat dibutuhkan oleh daerah, ” pungkas tempat.

Reporter: Sulaeman

Sumber: Merdeka. com

3 lantaran 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: