Oleh karena itu Tersangka, Edhy Prabowo Mundur lantaran Waketum Gerindra dan Menteri KKP

Promo menarik pada undian Data SGP 2020 – 2021.

Liputan6. com, Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menyatakan mundur dari bagian Wakil Ketua Umum Partai Gerindra. Dia menyatakan hal tersebut sudah KPK menetapkannya sebagai tersangka peristiwa dugaan suap penetapan perizinan ekspor benih lobster atau benur.

“Saya dengan ini akan mengundurkan diri sebagai wakil kepala umum (Gerindra), ” ujar Edhy Prabowo di Gedung KPK, Kamis (26/11/2020) dini hari.

Edhy juga menyatakan mengundurkan diri dari jabatan menteri di Kabinet Indonesia Maju Jokowi-Maruf Amin. Dia mengaku akan bertanggung jawab dan mengikuti proses hukum yang berlaku di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Nanti saya akan mohon diri buat tidak lagi menjabat sebagai menteri, dan saya yakin prosesnya pantas berjalan, saya bertanggungjawab penuh & saya akan hadapi dengan rohani besar, ” kata Edhy Prabowo.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kelompok.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 4 halaman

Minta Didoakan

Edhy pun meminta doa kepada masyarakat agar pasti diberikan kesehatan selama menjalani proses hukum di lembaga antirasuah.

“Ini tanggungan penuh beta kepada dunia dan akhirat, & saya akan jalani pemeriksaan ini. InshaAllah dengan tetap sehat, mohon doa, ” kata Edhy.

Selain Menteri Edhy, pada kasus ini KPK juga menjerat enam tersangka lainnya dalam kejadian ini. Mereka adalah Safri (SAF) selaku Stafsus Menteri KKP, Siswadi (SWD) selaku Pengurus PT Aero Citra Kargo, Ainul Faqih (AF) selaku Staf istri Menteri KKP, dan Suharjito (SJT) selaku Penasihat PT Dua Putra Perkasa Pratama (DPPP).

3 dari 4 halaman

Ditahan Selama 20 Hari

Mereka turut diamankan dalam operasi senyap dan tepat ditahan selama 20 hari baru di Rutan KPK cabang Gedung Merah Putih.

Tengah dua tersangka lainnya masih belum ditangkap, yakni Andreau Pribadi Misanta (APM) selaku Stafsus Menteri KKP, dan Amiril Mukminin (AM) demi swasta.

Atas perbuatannya, para penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 Ayat (1) Tulisan a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah secara UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pencetus 55 Ayat (1) ke-1 KUHP, Juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Sebagai sponsor suap, disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Peraturan Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Cetakan 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP, Juncto Urusan 64 Ayat (1) KUHP.

4 sejak 4 halaman

Saksikan Gambar Pilihan Berikut Ini: