Menyelenggarakan Bincang Kesehatan, Ditjen Migas Ingatkan Jaga Diri dan Keluarga dengan Patuhi Protokol Kesehatan

Promo menarik pada undian Data HK 2020 – 2021.

Liputan6. com, Jakarta Buat kesekian kalinya, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM menggelar acara Sharing Session Bincang Kesehatan terkait Covid-19, Jumat (22/1). Kegiatan yang dilakukan secara maya ini merupakan upaya memberikan les dan mencegah penyebaran virus Covid-19 kepada para pegawai Ditjen Migas dan keluarga besar sektor ESDM.

Sharing Session Bincang Kesehatan ini menghadirkan narasumber Dr. Andika Chandra Putra, Ph. D, Sp. P(K) dari Perhimpunan Tabib Paru Indonesia (PDPI). Tema rancangan ini adalah Jaga Diri serta Keluarga dengan Patuhi Protokol Kesehatan tubuh Guna Mencegah Covid-19. Dalam bagian kedua, diskusi diisi oleh para-para penyintas Covid-19 di lingkungan Ditjen Migas.

Kegiatan ini dihadiri oleh Penulis Ditjen Migas Iwan Prasetya Adhi, para pejabat eselon II di lingkungan Ditjen Migas dan Departemen ESDM, serta para pegawai.

Sekretaris Ditjen Migas Iwan Prasetya Adhi ketika membuka jadwal mengungkapkan, wabah pandemi Covid-19 di Indonesia mengalami kenaikan yang cukup tinggi Jumlah kasus baru dengan dilaporkan per harinya pun sempat mencapai angka yang memprihatinkan.

“Untuk Ditjen Migas, sebagian besar yang terpapar merupakan klaster keluarga. Diskusi ini sangat penting untuk menekan penyebaran Covid-19, tak hanya di kantor tapi pula di rumah. Kita perlu prinsip harus menerapkan protokol kesehatan sesuai apa agar terhindar dari keburukan ini, ” kata Iwan.

2 daripada 4 halaman

Penyuntikan Vaksin Secara Bertahap

Masa ini Pemerintah telah berupaya mematikan rantai penyebaran Covid-19 dengan pelaksanaan PSBB secara ketat, dan penyuntikan Vaksin Covid-19 juga akan dilakukan secara bertahap.  

“Kita berharap dalam waktu depan dapat dijadwalkan penyuntikan vaksin Covid-19, ” tambahnya.

Menutup sambutannya, Sesditjen Migas kembali mengingatkan para pegawai agar tetap memelihara kesehatan dengan 5M yaitu Menggunakan Masker, Mencuci tangan dengan Bubuk dan Menjaga Jarak, Menjauhi Kerumunan dan Membatasi Mobilitas.

Dr. Andika Chandra Putra pada kesempatan tersebut memaparkan, Covid-19 adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh Coronavirus Severe Acute Respiratory Syndrome-Cov-2 (SARS-CoV-2). Penyakit ini diawali di binatang dan kini penularannya dibanding manusia ke manusia yaitu mencuaikan droplet saluran napas seperti batuk darah dan bersin, kontak dekat individual seperti menyentuh atau jabat tangan, menyentuh benda atau permukaan dengan terdapat virus dan ketika mengenai mulut, hidung atau mata sebelum mencuci tangan. Juga melalui kontaminasi feses.

Dalam kurang jurnal, lanjut Andika, Covid-19 serupa dapat menular melalui micro droplet yang menjangkau hingga 6 meter.

Diagnosis Covid-19 sanggup dilakukan melalui anamnesis atau bersandarkan keluhan, riwayat kontak dan tracing. Selain itu, pemeriksaan fisis (suhu tubuh, frekuensi nafas), pemeriksaan laboratorium, radiologi (CT scan toraks) dan deteksi virus.

Zaman inkubasi berlangsung 2 hingga 9 hari, dengan rata-rata 5 keadaan. Empat keluhan utama pasien Covid-19 adalah demam (83%), batuk (82%), sesak napas (31%) dan melgia serta mudah lelah (11%).

3 sejak 4 halaman

Pemeriksaan Standar untuk Covid-19

“Sebanyak 90% mempunyai keluhan lebih dari 1, tapi hanya 15% yang mempunyai keluhan demam, batuk di mana umumnya batuk kering, serta sesak nafas secara bersamaan, ” jelas Andika.

Pemeriksaan standar untuk Covid-19 adalah Reverse Transcriptase Polymerase Chain Reaction (RT-PCR). Keuntungan PCR, antara lain spesifitas tinggi yaitu hampir 100% dan dapat positif di awal infeksi. Namun kekurangannya, PCR kompleks dan berbiaya tinggi, serta sensitivitas 50-70%. Hasil PCR dapat diketahui dalam 1-3 hari.

Pemeriksaan rapid antigen dilakukan menggunakan lendir hidung dengan metode mendeteksi protein virus yang ada di kulit virus corona. Hasilnya bisa diperoleh dalam waktu 15 menit. Sensitivitasnya lebih rendah dari PCR.

Sedangkan pemeriksaan rapid antibodi menggunakan sampel darah dengan mendeteksi antibodi igG dan igM untuk melawan Covid-19. Hasilnya bisa diketahui dalam waktu 15 menit dan tingkat sensitivitasnya paling hina dibanding PCR dan rapid antigen.

Definisi kasus Covid-19, terbagi 3 yaitu suspek, probable dan terkonfirmasi. Kasus suspek yakni individu dengan ISPA dan kejadian perjalanan ke daerah transmisi lokal, individu dengan gejala ISPA, tambo kontak dan individu dengan ISPA berat/pneumonia berat tanpa diketahui penyebabnya.

Kasus probable yaitu kasus suspek dengan ISPA berat/meninggal dengan gambaran klinis sesuai Covid-19 dan tidak ada hasil pemeriksaan PCR dengan alasan apapun.

Sedangkan kasus terkonfirmasi yaitu pasien dengan atau tanpa isyarat dan hasil PCR positif.

4 dibanding 4 halaman

Cara Mencegah Penularan Virus

Bertambah lanjut Andika memaparkan, apabila kita memiliki gejala Covid-19, maka peristiwa utama yang harus dilakukan adalah tetap waspada dan jangan bingung. Setelah itu, segera mengunjungi kemudahan kesehatan terdekat untuk dilakukan penyeliaan. Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan terpapar Covid-19, maka pasien harus menyelenggarakan isolasi sampai dinyatakan baik oleh dokter dan melakukan pemantauan diri, termasuk mengukur suhu 2 kali sehari.

Untuk penderita tanpa gejala, dapat melakukan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari. Pasien dipantau melalui telepon oleh petugas kesehatan dan mengabulkan kontrol setelah 14 hari untuk pemantauan klinis. “Sepanjang imunitas kita baik, tidak stres, makan serta minum yang bergizi, mudah-mudahan sehat. Pasien tanpa gejala tidak menggunakan obat anti virus, ” tegasnya.

Kesimpulannya, untuk menyekat tertular penyakit ini, dapat dikerjakan dengan menggunakan masker bila muncul rumah, menjaga jarak 1 meter dengan orang lain, menjaga sifat hidup bersih dan sehat, sering mencuci tangan dan tidak menyentuh wilayah wajah, istirahat yang lulus, makan makanan bergizi, aktivitas fisik rutin dan mengkonsumsi suplemen bunga atau vitamin bila diperlukan.

Terkait vaksin Covid-19, Andika mengungkapkan, kekebalan komunitas dapat dikerjakan dengan 2 cara yaitu banyak masyarakat terinfeksi dimana lebih dibanding 70% penduduk terinfeksi. Cara lainnya adalah vaksinasi.  

“Vaksinasi sudah banyak kita lakukan, antara lain vaksinasi influenza, ” terangnya.

Saat tersebut terdapat beberapa kandidat vaksin Covid-19, diantaranya Sinovac yang digunakan dalam Indonesia. Hasil uji klinis menunjukkan vaksin Sinovac cukup efektif, tenang dan halal. “Saya mendapat kabar dari peneliti utamanya, tidak tersedia efek samping (penggunaan vaksin Sinovac) yang berat. Memang ada keluhan nyeri bekas suntikan, mudah mengenai dan lelah. Tapi sampai tersebut tidak ada yang meninggal, ” ujar Andika.

Rangkaian acara ini juga diisi secara tanya jawab dengan narasumber, dan berbagi pengalaman oleh 3 penyintas Covid-19 di lingkungan Ditjen Migas.

(*)