Mendag Ungkap Keuntungan Indonesia Jadi Bagian dari Perjanjian Dagang RCEP

Dapatkan promo member baru Pengeluaran SGP 2020 – 2021.

Liputan6. com, Jakarta – Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto mengatakan, implementasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional ( Regional Comprehensive Economic Partnershi p/RCEP) akan memberi pelaku usaha Indonesia sejumlah keuntungan dalam mengekspor produk-produk mereka.

Laksana dalam hal perizinan ekspor, eksportir Indonesia hanya perlu menggunakan kepala macam surat keterangan asal (SKA) untuk bisa mengekspor ke segenap negara anggota RCEP.

“Salah satu khasiat yang diperoleh dari RCEP adalah pengusaha kita, baik besar maupun kecil, yang ingin mengekspor keluaran mereka ke negara-negara RCEP tidak lagi perlu menggunakan SKA yang berbeda-beda sesuai negara tujuan. Buat produk yang sama, sepanjang memenuhi origin criteria yang diatur di dalam RCEP, pengusaha kita cukup mengantongi SKA RCEP untuk mengekspor kepala produk ke semua negara RCEP, ” ungkap Mendag Agus dalam pernyataannya, Selasa (1/12/2020).

Mendag Agus mengatakan, jika pelaku usaha Indonesia mempergunakannya dengan suntuk, manfaat ini akan semakin memperbesar ekspor Indonesia ke dunia.

Manfaat kedua yang ditekankan Mendag Agus adalah spill-over effect. Dengan memanfaatkan perjanjian perdagangan lepas yang dimiliki anggota RCEP secara anggota non-RCEP, produk Indonesia selalu dapat mengambil kesempatan untuk menunggangi skema preferensi ke negara-negara non-RCEP.

“Hal ini adalah operasionalisasi dari konsep pendalaman pertalian nilai regional di kawasan RCEP untuk memperluas jangkauan memasuki ikatan nilai global. Indonesia dapat memaksimalkan spill-over effect untuk membantu meningkatkan ekspor Indonesia ke dunia sebesar 7, 2 persen, ” sahih Mendag.

2 dari 3 halaman

Produk Unggulan

Adapun, produk-produk yang bisa didorong ekspornya dengan memanfaatkan RCEP antara lain serat berbahan pokok tanaman; kertas dan bubur kertas, karet dan produk karet. Awut-awutan, beberapa produk mineral dan logam; jasa gas dan kelistrikan, buatan kayu, dan produk makanan termasuk hasil perikanan.

“Berbagai perjanjian yang kita ikuti, termasuk RCEP, menawarkan peluang untuk dimanfaatkan oleh anggotanya. Namun manfaat tersebut tidak datang sendiri, manfaat itu harus dikejar. Hal itu bisa kita lakukan hanya bila kita memiliki daya saing yang relatif lebih baik dari negara pengikut perjanjian lainnya, ” terangnya.

Pada 2019, total ekspor nonmigas Indonesia ke kawasan RCEP mewakili 56, 5 persen dari total ekspor Indonesia ke negeri yaitu sebesar USD 84, 4 miliar. Sementara itu dari ujung impor, RCEP merupakan sumber lantaran 65, 8 persen total impor Indonesia dari dunia yakni USD 102 miliar.

“Oleh sebab itu, RCEP sangat berpotensi untuk memperkuat perdagangan kita dengan sesama negara anggota dan memperluas jangkauan Indonesia dalam rantai jumlah global, ” tutupnya.

Merdeka. com

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan pada Bawah Ini: