Memburu Jejak Napi Buron Cai Changpan di Hutan Tenjo

Liputan6. com, Jakarta – Dua minggu sejak kabur dari Lapas Tangerang, jejak narapidana Cai Changpan alias Cai Ji Fan belum serupa berhasil ditangkap kembali.  

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus menjelaskan, polisi terus mencari keberadaan sang buron.   Penyisiran pun dilakukan di sebuah hutan Tenjo, Jawa Barat. Pasukan Khusus Brimob Polda Metro Jaya dikerahkan untuk menolong mencari Cai Changpan yang diduga bersembunyi di hutan.

“Kami mendapatkan bahan dari istrinya bahwa suaminya mangkir ke hutan Tenjo, Bogor, Jawa Barat. Hutan berada tepat di belakang rumah Cai Changpan, ” kata dia di Polda Metro Jaya, Sabtu (3/10/2020).

Yusri mengatakan, hutan di provinsi itu cukup luas. Cai Changpan diduga telah menguasai medan.

Menurut informasi dihimpun, sendat Yusri, Tenjo diduga kuat jadi kediamannya Cai. Selain itu, diketahui rumah istri dan anaknya selalu berada kurang lebih 3 Km dari Tenjo.

“Tersangka sering berburu di Tenjo jadi dia hafal. Tenjo ini besar meliputi 7 kelurahan sehingga kita perkuat lagi timnya, terus bekerja, ” jelas Yusri.

Yusri menambahkan, ada tiga wadah di Tenjo, pertama desa Penjatahan, kemudian Pasir Mada dan Pasar Rebo. Penuturan seorang saksi mengatakan, Cai sempat terlihat membeli sasaran di Babakan.

“Sumber dan saksi-saksi di Babakan, mengiakan pernah melihat tersangka pernah sebab sana membeli makanan, bertemu dengan warga pada saat itu, akan tetapi warga tidak mengetahui pada masa itu yang bersangkutan pelarian sebab lapas Tangerang, ” Yusri menandasi.

Saat ini, foto Cai terus disebar sebagai target. Selain itu, polisi juga menyerakkan imbauan agar segera memberikan fakta terkait Cai bila ada yang melihatnya.

“Yang bergandengan sudah DPO, ” kata Yusri.

Pernyataan Yusri menanggapi selembaran yang memampang foto Cai Changpan alias Cai Ji Fan.

“Dicari Napi Kelam nama Cai Changpan alias Anton, usia 53 tahun, kewarganegaraan China, kasus narkoba (hukuman mati), ” tulis selembaran tesebut

Dalam selembaran tersebut juga mencantumkan nomor telepon Kasat Narkoba Polres Metro Tangerang Kota. Apabila keahlian buronan tersebut dan memberikan data serta berhasil menangkap buronan itu akan diberikan hadiah sebesar Rp100 juta.

Cai Changpan alias Cai Ji Fan dengan merupakan WN China yang menjelma narapidana hukuman mati di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Tangerang. Dia diketahui kabur pada Jumat 18 September 2020 dengan cara menggali lubang yang terhubung secara gorong-gorong yang ada di asing Lapas.

Dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi, Cai Changpan memanfaatkan peralatan milik kuli bangunan untuk mengali lubang dari kawasan ke saluran air.

“Di dekat tempat tersebut ada pembangunan dapur, itu alat dengan digunakan, ” kata  Yunus di  Polda Metro Jaya, Selasa (22/9/2020).

Yusri menyebut, pelaku diduga sudah cukup lama mendirikan akses ke luar lapas. “Diduga selama hampir lima bulan lubang itu digali oleh pelaku, ” kata dia di

Dalam kasus ini, kepolisian sudah memeriksa sejumlah saksi. Antara asing, petugas Lapas dan beberapa Narapidana.

“Kita sudah menimbulkan izin ke lapas untuk melayani penyelidikan, saya sudah sampaikan tersedia beberapa saksi-saksi yang sudah kita periksa petugas lapas dan serupa orang yang satu sel denga pelaku sendiri, ” ucap dia.

Yusri menyampaikan jodoh satu sel mengetahui rencana Cai Chanpan melarikan diri. Bahkan, tahu diajak untuk ikut melarikan diri. Namun, ditolak.

“Sempat si teman satu sel tersebut pernah dia diajak tapi tempat tak mau terlibat dalam hal ini dan tak mau menimbrung, ” kata dia.

“Ya dia tahu, makanya tempat sampaikan delapan bulan dia lobangi itu bahkan handphone temannya dibawa serta kita bisa tahu jam berapa jam dia kabur, ” ujar dia.

2 dari 3 halaman

5 Petugas Dicopot

Kaburnya Cai Changpan nama lain Cai Ji Fan berujung sial pada sejumlah petugas di Lapas Tangerang. Ditjen PAS menonaktifkan lima pengawai di Lapas tersebut.

Kepala Bagian Humas serta Protokol Ditjen PAS, Rika Aprianti menerangkan, penonaktifkan dilakukan untuk perhatian pemeriksaan terkait kaburnya Cai Changpan alias Cai Ji Fan, Narapidana asal China dari Lapas Bagian 1 Tangerang.

“Itu untuk kepentingan pemeriksaan, bukan bermakna yang bersangkutan itu terlibat, ” kata dia saat dikonfirmasi, Sabtu (3/10/2020).

Rika menerangkan, pegawai yang dinonaktifkan adalah Kepala Pengamanan Lapas Kelas 1 Tangerang, dua orang komandan jaga serta dua orang petugas jaga. Mereka dimutasikan sementara ke Kantor Daerah Banten Kementerian Hukum dan Sah Asasi Manusia Republik Indonesia.

Diketahui sebelumnya, kepolisian mengecap seorang sipir dan Pegawai Kampung Sipil (PNS) yang ditempatkan dalam Lapas Kelas 1 Tangerang terbabit dalam kasus kaburnya Cai Changpan alias Cai Ji Fan.

Mereka S dan S diduga membantu Cai Changpan alias Cai Ji Fan membeli bahan yang dibutuhkan untuk menggali lubang. Salah satunya adalah pompa tirta. Dari hasil intrograsi, masing-masing memperoleh upah Rp 100 ribu.

Rika enggan mengomentari bertambah jauh terkait dengan keterlibatan dua orang tersebut.

“Mengenai dua orang itu silahkan ditanyakan ke kepolisian dan itu hamba tidak memberikan pernyataan bahwa besar orang itu adalah komandan celik dan kepala keamanan itu lain. Di situ inisial S dan S sedangkan kepala pengamanan Lapas Tangerang itu bukan S insialnya tapi MK, ” tandas dia.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: