Mau Tahu, Begini Gambaran Kondisi Industri Asuransi di Indonesia

Promo menarik pada undian Data Sidney 2020 – 2021.

Liputan6. com, Jakarta Besar Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Riswinandi, mengungkapkan kondisi terkini industri asuransi di Indonesia, secara mengacu data hingga Oktober 2020. Mulai dari aset, pendapatan persen dan lainnya.

Lantaran sisi aset asuransi tercatat, dengan umum menunjukkan penurunan. Pada Oktober 2020, aset asuransi komersil menyentuh Rp 711, 2 triliun (yoy), turun 1, 7 persen dipadankan periode yang sama di 2019.

“Namun secara mtm memperlihatkan tren rebound sejumlah 1, 2 persen, ” jelas dia saat acara Gathering Pengarang Media Massa dengan OJK dalam Bogor, Mingu (29/11/2020).

Dia menuturkan, saat ini total pelaku asuransi komersil di Indonesia sebanyak 145 perusahaan. Sementara penerimaan premi asuransi komersil per Oktober 2020 sebesar Rp 220, 8 triliun.

Angka itu turun secara tahunan senilai Rp 13, 8 triliun. Begitupula permintaan turun Rp 5, 2 triliun atau 3, 1 persen menjelma Rp 160, 7 triliun.

“Jika dilihat secara mendalam, klaim asuransi jiwa turun sebesar Rp 8, 4 triliun ataupun 6, 5 persen (yoy) dikarenakan masyarakat cukup menjaga diri untuk tidak pergi ke fasilitas kesehatan tubuh selama pandemi, ” jelas tempat.

Namun sebaliknya, permintaan asuransi umum dan reasuransi naik sebesar Rp 3, 2 triliun atau 8, 8 persen. ” Terutama dari lini bisnis asuransi kredit, properti dan kargo, ” tambah dia.

2 lantaran 3 halaman

Kondisi Kesehatan tubuh

Adapun tentang status kesehatan industri asuransi di Indonesia, Risk Based Capital (RBC) masih cukup robust dan jauh lebih besar dari Treshold sebesar 120 persen. Begitu juga Rasio Kecukupan Investasi masih di atas 100 persen.

Posisi bohlam Oktober 2020, nilai RBC perusahaan Asuransi Jiwa sebesar 538, 8 persen. Kemudian RBC Perusahaan Asuransi Umum dan Reasuransi (PAUR) sebesar 337, 2 persen. Sementara ukuran Rasio Kecukupan Investasi untuk PAJ sebesar 195, 8 persen & PAUR sebesar 105, 6 persen.

Riswinandi menuturkan selalu tren investasi asuransi komersil benar in line dengan kondisi rekan modal. Itu karena sekitar 80 persen investasi asuransi, berada di dalam instrumen pasar modal.

Secara yoy, nilai investasi masih mengalami pertumbuhan negatif, namun berbarengan dengan membaiknya kondisi pasar modal terlihat mulai ada pertumbuhan (mtm).

Dia menjelaskan, OJK telah mengeluarkan beberapa kebijakan buat industri asuransi selama pandemi Covid-19. Kebijakan tersebut tertuang dalam POJK nomor 14 Tahun 2020.

Kebijakan dimaksud seperti relaksasi perpanjangan penyampaian laporan keuangan. Pengamalan fit and proper test sanggup secara virtual, pelaksanaan Rapat Dewan Komisaris, Perusahaan perasuransian dapat dengan virtual dan lainnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Ini