Kadin Jatim Terus Dorong Pelaku Usaha Manfaatkan Stimulus Pajak

Liputan6. com, Jakarta – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Jawa Timur (Kadin Jatim) terus mendorong pelaku usaha memanfaatkan provokasi pajak. Hal ini mengingat serapan pajak oleh pengusaha masih 15 persen dari total anggaran mencapai Rp 120 triliun yang disediakan pemerintah.

“Jumlah perusahaan yang telah memanfaatkan stimulus itu di Jatim sangat rendah, apalagi secara nasional hanya sekitar 200 ribu perusahaan dari total satu, 9 juta perusahaan di Nusantara, ” ujar Darno, seperti dikutip dari Antara, ditulis Kamis, (27/8/2020).

Oleh karena tersebut, Kadin Jatim terus mendorong karakter usaha agar memanfaatkan stimulus untuk memperkuat ketahanan usaha selama bertemu pandemi  COVID-19.

“Ini adalah demi keberlangsungan ekonomi kita semua. Kami serupa berharap Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jatim III meningkatkan pelayanan & memberikan kemudahan dalam hal fiskal karena pengusaha dalam kondisi dengan sangat sulit saat ini, ” tutur dia.

Ke depan, menurut dia, kerja sama Kadin Jatim dengan DJP khususnya DJP Jatim III akan ditingkatkan, tidak saja terkait dengan stimulus karena COVID-19, tetapi juga kudu bisa menyambut kawasan selatan Jawa Timur yang memiliki prospek menawan dengan adanya jalur lintas daksina.

“Komitmen Kadin Jatim untuk membantu pemerintah dalam dunia perpajakan sangat tinggi, oleh sebab itu dibutuhkan kesadaran, pemahaman serta partisipasi masyarakat dalam hal retribusi adalah salah satu kunci, khususnya pada pelaku usaha dan tetap DJP jatim III sangat bersangkutan, ” ujar dia.

2 dari 3 halaman

DJP Harap Pengusaha Manfaatkan Insentif

Kepala Bidang P2 Humas Kanwil DJP Jatim III Eko Watak Hartono juga berharap pengusaha memanfaatkan kebijakan ini untuk keberlangsungan usahanya.

“Ayo sama-sama bangkit dan berkontribusi. Indonesia sedang kesulitan dan pengusaha juga mengalami peristiwa yang sama. Pemerintah sudah menganjurkan Insentif pajak dan ini berkembang terus. Bahkan beberapa waktu dengan lalu ada kebijakan baru, yaitu ada batas waktu yang diperpanjang, yang awalnya sampai September diperpanjang menjadi sampai Desember, ” perkataan dia.

Ia berniat, pengusaha bisa memanfaatkan insentif, sebab keringanan yang diberikan akan betul membantu agar bertahan di tengah pandemi COVID-19.

3 dari 3 kaca

Saksikan Video Pilihan pada Bawah Ini