Bima Arya Klaim Kasus Positif Covid-19 di Kota Bogor Turun karena Ganjil Genap

Jackpot hari ini Result Sidney 2020 – 2021.

Liputan6. com, Jakarta awut-awutan Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan volume organ mengalami penurunan selama diberlakukan langka genap di Kota Bogor. Tak hanya itu, tren harian urusan positif Covid-19 pun demikian seiring adanya pembatasan mobilitas masyarakat pada Kota Hujan.

Bahan dari Dinas Kesehatan Kota Enau menunjukan bahwa kasus harian Covid-19 menurun 41, 7 persen. Tren tersebut terlihat dari angka konfirmasi positif setiap harinya dari agenda 6 sampai 14 Februari 2021.

Rinciannya, tanggal 6 sebanyak 187 kasus, tanggal 7 ada 178 urusan, tanggal 8 sebanyak 175 urusan, tanggal 9 sebanyak 174 peristiwa, tanggal 10 turun menjadi 165 kasus, tanggal 11 turun balik sebanyak 150 kasus, tanggal 12 sebanyak 129 kasus, tanggal 13 128 kasus, dan hari mendarat di angka 109 kasus.

“Jadi kita lihat tersedia angka yang terus menurun daripada minggu lalu. Kita masih akan pelajari besok dan beberapa keadaan ke depan. Tetapi trennya sudah terlihat, ada indikasi yang betul kuat tren itu menurun, ” jelas Bima saat meninjau hari terakhir penerapan ganjil genap dalam Gerbang Tol Exit Baranangsiang, Minggu (14/2/2021).

Penurunan kejadian Covid-19, lanjut Bima, kemungkinan sebab kebijakan ganjil genap. Selain itu, penerapan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Klub (PPKM) Berbasis Mikro di level RT/RW.

“Kita tahu juga data-data di wilayah tersebut. Jadi titik-titik yang diperketat itu apakah memang berkurang jumlah positifnya. Kalau dugaan saya berkurangnya itu karena dua hal tadi. Sebab di satu sisi digempur melalui ganjil genap, di sisi asing wilayah diperkuat dari PPKM, ” katanya.

Ikuti cerita dalam memotret ini https://story.merdeka.com/2303605/volume-5

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan tubuh, Jangan Sampai Tertular dan Bangun Keluarga Kita.

2 lantaran 3 halaman

Ganjil Genap Diperpanjang?

Meskipun ganjil genap diklaim sukses menurunkan kasus Covid-19, namun Bima mengaku belum bisa memutuskan akan memperpanjang kebijakan tersebut. Sebab, harus tahu tiga faktor yakni dimensi, bagian kesehatan, dan aspek ekonomi.

“Faktor dimensi bisa mengurangi mobilitas warga. Kendaraan dari luar maupun dalam Bogor memang berkurang. Kedua, dari aspek kesehatan, hamba tidak mau mengatakan ini jadi karena masih harus melihat kaum hari ke depan. Tapi terjadi tren penurunan kasus Covid-19 lantaran 187 ke 109 kasus, ” terangnya.

Kemudian arah ekonomi, kata dia, harus menjelma perhatian ketika memperpanjang ganjil lengkap. Hal ini agar tidak memusingkan perekonomian warga terutama di zona pariwisata dan jasa.

“Saya mau lihat data hotel, restoran, toko-toko, UMKM, pasar, serta lain sebagainya. Apakah bila ganjil genap setiap akhir pekan mudarat secara ekonomi. Atau kebijakan tersebut pun kondisi perekonomian tidak jauh berbeda, ” ujarnya.

“Jadi perlu hati-hati melihat data. Kaidah kita adalah analisis secara holistik, harus komprehensif. Untuk itu, selama dua hari ke depan kita akan dialog dengan PHRI, tadbir mal dan lainnya untuk menodong datanya, ” tambah Bima.

3 sejak 3 halaman

Saksikan Gambar Pilihan di Bawah Ini: