Begini Cara Mafia Tanah Kantongi Sertifikat Tanah Asli Ibunda Dino Patti Djalal

Promo menarik pada undian Data Sidney 2020 – 2021.

Liputan6. com, Jakarta Penyidik Polda Metro Jaya telah menangkap lima orang terkait kasus dugaan penipuan jual-beli rumah yang menimpa Ibu dari mantan Ahli Bicara Presiden era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Dino Patti Djalal yang berada di Pondok Indah,   Jakarta  Selatan.

Kasubdit Harta Benda Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, AKBP Dwiasi Wiyatputera menjelaskan, cara para pelaku memperoleh sertifikat asli milik keluarga Dino Patti Djalal. Salah satunya dengan cara meminjam terlebih dulu sertifikat asli itu untuk dicek ke BPN.

“Cara tersangka mendapatkan sertifikat asli adalah dengan cara meminjam brevet tersebut untuk dicek ke BPN. Korban tidak mengetahui bahwa dalam hari dipinjamkannya sertifikat asli, berlaku transaksi jual beli yang ditandatangani oleh figur pemeran Yurmisnarwati, ” kata Dwiasi kepada merdeka. com, Selasa (16/2/2021).

Interpretasi terhadap para pelaku ini, papar Dwiasi, dilakukan pada 11 November 2020 terhadap Ali Topan serta Agus Setiawan pada 13 November.

“Sementara itu, bukti atas nama FK juga tahu diundang untuk klarifikasi dan data saksi. Dalam hal ini, belum ada alat bukti bahwa FK terlibat dalam kasus ini. Dalam 14 Febuari telah ditangkap simpulan R yang berperan menyiapkan tulisan identitas palsu dan tadi pagi 16 Febuari 2021 pukul 02. 00 Wib telah ditangkap juga tersangka AN yang berperan sebagai figur Yurmisnawita. Total 5 tersangka, untuk 3 tersangka sudah dikirimkan berkasnya tahap I. Untuk 2 tersangka sedang disusun berkasnya, ” jelasnya.

Sebelum melaksanakan penangkapan terhadap AN, ternyata dirinya pernah membuat laporan pada 22 Januari 2021 terkait pemalsuan jual-beli properti tanah dan bangunan yang ada di Cilandak, Jakarta Selatan.

“Pada tanggal 22 Januari 2021 terdapat laporan  polisi  yang ketiga dengan laporan yang hampir sama. Pelapor (Yurmisnawita) melaporkan tentang pemalsuan jual beli properti. Tanah dan bangunan yang terletak di Cilandak itu memang diatasnamakan Yurmisnawita, ” ungkapnya.

Ikuti cerita dalam foto ini https://story.merdeka.com/2303605/volume-5

“Namun demikian, pemilik sah berasaskan tanah dan bangunan tersebut ialah Zurni Hasyim Djalal (Ibu dari Dino Patti Djalal). Untuk memudahkan proses jual beli, maka objek meminta Yurmisnawita untuk mewakilinya dengan mengatasnamakan namanya untuk properti milik korban, ” sambungnya.

Peristiwa pemalsuan tersebut, kata Dwiasi, terjadi pada tahun 2020 berserakan. Saat itu, pelapor dalam situasi ini Yurmisnawita dihubungi oleh bahan pembeli.

“Peristiwa penjiplakan terjadi pada tahun 2020 itu L menghubungi pelapor untuk membeli tanah dan bangunannya dengan jalan membawa calon pembeli yakni FK. Namun demikian, pada Januari 2021, atas saran dari penyidik supaya pak Dino mengecek sertifikatnya, ” ujarnya.

“Saat Dino Patti Djalal mengecek ke BPN atas sertifikat tanah dan bangunan tersebut, ternyata benar bahwa brevet telah balik nama menjadi Fredy Kusnadi. Dalam hal ini, pelapor merasa dirugikan, ” sambungnya.

** #IngatPesanIbu

Pakai Kedok, Cuci Tangan Pakai Sabun, Bangun Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Datang Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 3 halaman

Total 11 Tersangka

Dwiasi menyebut, total secara keseluruhan terkait kasus yang menimpa Dino Patti ini sebanyak 11 orang. Mereka yang ditangkap berdasarkan dua laporan polisi.

“Tim Sidik Subdit Harda Polda Metro Jaya terus melakukan penyelidikan, interview dan penyidikan untuk memenuhi bukti-bukti permulaan yang lulus sebelum menetapkan tersangka, ” sebutnya.

“Sampai saat ini sudah 11 tersangka dari perut Laporan  Polisi, perkara yang ketiga terus dilakukan pembuktian materil bersandarkan alat bukti yang relevan. Metode pembuktian adalah materi penyidikan dan tetap menganut asas praduga tak bersalah dan tetap ada aturannya, ” pungkasnya.

Petugas Tangkap 5 Mafia Tanah Orangtua Dino Patti Djalal

Polisi mengungkap satu-persatu kasus terkaan penipuan jual-beli rumah yang menimpa Ibu dari mantan Wakil Gajah Luar Negeri (Wamenlu), Dino Patti Djalal. Salah satunya penjualan panti di Pondok Indah, Jakarta Daksina.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus menyebut, penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya meringkus lima pelaku.

“Kasus ini pelakunya telah kita amankan terakhir pagi tadi, subuh tadi (penangkapan pelaku). Total semua ada lima pelaku, ” kata dia di Polda Metro Jaya, Selasa (16/2).

Sehingga, Yusri menyebut seluruh karakter yang terlibat pada transaksi jual-beli rumah di Pondok Indah telah dijebloskan ke bui.

Yusri menerangkan, penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya menerima tiga keterangan dari Ibu Dino Patti Djalal perihal kasus mafia tanah. Baru kali dilaporkan pada April 2020.

“Kasus pada LP (laporan polisi) pertama sudah benar benderang pelaku sudah diamankan seluruh, ” ujar dia.

Lebih lanjut Yusri menjelaskan, informasi kedua berkaitan dengan transaksi pemasaran rumah di daerah Kemang, Jakarta Selatan pada November 2020. Petunjuk serupa kembali dibuat pada 22 Januari 2021.

“Laporan kedua belum ada kerugian tapi sudah ditemukan dugaan pidana terpaut pemalsuan identitas untuk melakukan sejenis kejahatan. Kemudian laporan ketiga sedang dalam penyelidikan. Kita sudah menjemput beberapa saksi saksi untuk menyusun terang perkara ini, ” nyata dia.  

Reporter:   Nur Habibie

Sumber: Merdeka

3 dari 3 kaca

Saksikan video pilihan dalam bawah ini: