Bagian Dewan Jepang Dipecat Usai Ungkap Kasus Pelecehan Seksual Wali Kota Setempat

Info seputar SGP Hari Ini 2020 – 2021.

Liputan6. com, Jakarta – Kasus sangkaan pelecehan seksual kembali terjadi di Jepang . Seorang anggota dewan lokal yang satu-satunya hawa dipecat usai menuding wali kota Jepang melakukan pelecehan seksual.

Dalam pemungutan suara pada Minggu lalu, Shoko Arai dengan berusia 51 tahun mendapat perkataan terbanyak agar dipecat. Permintaan pelepasan mengklaim tuduhan Arai dianggap sudah merendahkan perempuan di Prefektur Gunma. Sebanyak 92 persen suara menuntut pencopotannya, menurut pejabat Kusatsu, seolah-olah dilansir dari laman CNN, Kamis (10/12/2020).

Kontroversi dimulai pada November tahun lalu, ketika Arai menerbitkan e-book dengan mengklaim ia telah dipaksa berhubungan seksual dengan wali kota setempat, Tadanobu Kuroiwa. Upaya mosi untuk memecat wali kota ditolak, serta Arai dikeluarkan dari dewan sebulan kemudian.

Namun, dia mengajukan banding atas pengusiran itu dan akhirnya dibatalkan oleh prefektur. Setelah Arai dipekerjakan kembali, sebanyak 19 warga yang dipimpin sebab Ketua Dewan Takashi Kuroiwa mengirim permintaan pemecatan ke dewan, memajukan referendum yang menggulingkan Arai simpulan pekan lalu.

Seruan pemecatan juga mengklaim bahwa pemberitahuan Arai kepada media tentang dakwaan penyerangan telah merusak reputasi Kusatsu. Ini menunjuk pada beberapa pernyataan khusus yang dibuat Arai, tercatat yang mengatakan bahwa wanita praja “diperlakukan sebagai objek”, dan bahwa wanita sering menjadi simpanan bagi pemilik resor pria yang kuat untuk mendapatkan hak istimewa.

Permintaan tersebut menunjukkan kalau wali kota telah membantah tuduhan tersebut. Mereka juga menganggap gaji Arai sebagai anggota dewan merupakan “pemborosan” uang dari pembayar retribusi.  

2 dari 4 halaman

Merusak Martabat

Dalam tanggapan sah kepada dewan, Arai mengatakan wali kota dan anggota dewan lainnya yang menyerukan pencopotannya adalah orang-orang yang merusak martabat dan reputasi kota. Penggulingannya pada Minggu berarakan telah mendorong kota resor itu menjadi sorotan nasional.

Sejak akhir pekan, balai praja telah menerima lusinan telepon yang mengkritik pemecatan Arai, kebanyakan hadir dari luar kota, kata penguasa Kusatsu Kenji Hagiwara. Banyak penelepon menyebut keputusan itu tidak sepatutnya dan seksis.

“Ini adalah situasi yang belum sudah terjadi sebelumnya, ” kata Hagiwara kepada CNN. “Kami khawatir citra kota ini rusak. ”

Jepang berada di peringkat 121 dari 153 negara di indeks kesenjangan gender global terbaru Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum). Ada jauh lebih kecil perempuan yang bekerja daripada laki-laki di negara ini dan itu yang bekerja sering kali dikesampingkan atau diblokir dari peran manajemen senior.

Di rumah, perempuan juga melakukan sebagian gede pekerjaan rumah tangga, seperti merawat anak, memasak, dan bersih-bersih. Kesenjangan semakin melebar dalam politik. Dalam Oktober tahun ini, 46 sejak 465 anggota parlemen majelis kecil di Jepang adalah perempuan. Tersebut kurang dari 10 persen dibandingkan dengan 25 persen rata-rata ijmal.

3 dari 4 halaman

Infografis Pelecehan Asusila Cari Keadilan

4 sebab 4 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: